Kehidupan Politik Kerajaan Demak Pada Masa Sultan Trenggono -
Perjalanan Kerajaan Demak sebagai salah satu kerajaan Islam di tanah Jawa
memang cukup panjang. Kerajaan Demak sendiri adalah kerajaan Islam pertama di
Jawa. Raja pertama Kerajaan Demak adalah Raden Patah yang kemudian dilanjutkan
oleh Adipati Unus. Kehidupan politik Kerajaan Demak pada masa Raden Patah ini
lebih banyak untuk meletakkan dasar dalam bernegara yang menggunakan syariat
Islam dengan dukungan para Walisongo. Sedangkan kehidupan politik pada masa Adipati Unus, tidak terlalu mengalami perkembangan yang signifikan karena
Adipati Unus tidak terlalu lama menjabat sebagai raja. Peran Pati Unus lebih
besar ketika beliau menjadi pimpinan perang dan menyebrangi laut utara untuk
menyerbu Malaka.
![]() |
Sultan Trenggono |
Setelah Adipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor gugur dalam medan
pertempuran, maka tahta Kerajaan Demak kemudian dipegang oleh Sultan Trenggono.
Sultan Trenggono memerintah Kerajaan Demak dari tahun 1521 sampai dengan 1546.
Pada masa Sultan Trenggono inilah kerajaan Demak mencapai masa kejayaannya.
Kehidupan politik Kerajaan Demak pada masa Sultan Trenggono benar-benar berada
pada puncaknya dan mencapai masa jayanya. Kehidupan politik, sosial dan ekonomi kerajaan Demak yang
benar-benar stabil dan maju ini kemudian melahirkan beberapa kebijakan dari
Sultan Trenggono untuk berinisiatif memperluas daerah kekuasaan Kerajaan Demak.
Bahkan perluasan daerah Kekuasaan Demak ini mencapai daerah Jawa Barat.
Kehidupan Politik Kerajaan Demak Masa Sultan Trenggono
Perluasan daerah kekuasaan Demak ini dimulai pada tahun 1522 dengan
mengirimkan pasukan ke Jawa Barat yang pada waktu itu dipimpin oleh Fatahillah.
Misi tersebut sangat berhasil dan daerah yang berhasil dikuasai di Jawa Barat
antara lain adalah Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Tujuan dari penguasaan
daerah Banten oleh Demak ini adalah untuk memutus hubungan antara Portugis
dengan kerajaan Padjajaran. Armada dari Portugis kemudian berhasil dikalahkan
oleh pasukan dari Demak dibawah pimpinan Fatahillah. Dan kemudian daerah Sunda Kelapa
kemudian dirubah namanya menjadi Jayakarta.
Perluasan daerah kekuasaan Demak pada masa Sultan Trenggono tidak saja
di lakukan di Jawa Barat saja, namun juga mencapai daerah Jawa Timur. Untuk
perluasan daerah ke Jawa Timur, Sultan Trenggono berinisiatif untuk memimpin
langsung misi tersebut. Satu demi satu, daerah-daerah di Jawa Timur bekas
kekuasaan Majaphit berhasil dikuasai oleh Demak. Mulai dari Madiun, Tuban dan
Malang berhasil dikuasai oleh Sultan Trenggono.
Namun kemudian dalam upayanya menguasai Pasuruan, Sultan Trenggono
meninggal. Meninggalnya Sultan Trenggono ini masih menjadi perdebatan sampai
saat ini. Ada beberapa yang menyebut bahwa meninggalnya Sultan Trenggono karena
dibunuh oleh anak kecil yang merupakan pembantunya ketika sedang dalam suasana
rapat. Pada masa kejayaan Kerajaan Demak, Sultan Trenggono pernah berkunjung
kepada Sunan Gunung Jati yang kemudian Sultan Trenggono mendapatkan gelar
Sultan Ahmad Abdul Arifin.
Nah teman-teman, itulah sedikit informasi mengenai kehidupan politik
Kerajaan Demak pada masa Sultan Trenggono yang bisa kami sampaikan untuk Anda.
Perlu diketahui bahwa Kerajaan Demak pada masa Sultan Trenggono ini benar-benar
menjadi kerajaan Islam yang berpengaruh di tanah Jawa dan bahkan di nusantara.
Sekian dulu dari kami, semoga sedikit informasi yang kami sampaikan mengenai
kehidupan politik Kerajaan Demak pada masa Sultan Trenggono di atas bisa
menambah pengetahuan dan wawasan kita mengenai sejarah Kerajaan Demak.
Dan tak lupa selalu kami mohonkan kepada para pembaca sekalian, jika
ada kekurangan atau kekeliruan dari kami mengenai informasi terkait kehidupan
politik kerajaan Demak pada masa Sultan Trenggono, kami harapkan Anda sekalian
bersedia memberikan koreksi melalui kolom komentar yang sudah kami sediakan.
0 komentar:
Posting Komentar